Senin, Mei 30, 2011

PESTISIDA NABATI (9)


1.           Mindi (mefia azedarack )
Bahan aktif                            : Azadirarachtin, meliantriol, salanin dan nimbin.
OPT Sasaran              : WBC, ulat grayak, penyakit bercak daun
Bagian yang digunakan : Daun, biji

Cara pembuatan ekstrak :
Daun mindi 50 gr direndam dalam I ltr air di campur dengan sedikit deterjen dan diendapkan semalam arah biji mindi pada konsentrasi 5 % yang dilarutkan dalam air dan di tambah deterjen sedikit dapat digunakan sebagai insektisida.
2.           Pinang (Areca cathecu)
Bahan aktif                   : Orecoline
Bagian yang digunakan : Biji
OPT sasaran                : Siput murbai
Cara pembuaan ekstrak :
Biji pinang ditumbuk lalu disebarkan ke sawah.

Minggu, Mei 29, 2011

PESTISIDA NABATI (8)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI 

1.           Mimba (Azadirachta indica)
Bahan aktif                   : azadirachtin, meliantriol dan sasnin
Bagian yang digunakan : daun biji
OPT Sasaran               : Wereng coklat, Ulat, kutu, kumbang, penggerek batang, Namur, tular tanah.
Cara pembuatan ekstrak :
a.    Biji dan daun ditumbuk (1 kg) lalu direbus dengan air 5 liter dan didinginkan selama semalam kemudian disaring.
b.    100 gr biji mimba ditumbuk halus dan diaduk dengan 20 cc alkohol. encerkan dengan 2 liter air. endapkan selama 24 jam. Kalau mau dipakai tinggal disaring. Cara penggunaan : Encerkan pestisida diatas dengan perbandingan 1 liter pestisida untuk 14 liter air (1 tangki semprot). Semprotkan pada batang dan daun tanaman padi yang ada hamanya. Siramkan pestisida tersebut pada pangkal batang tanaman yang terserang nematoda.
2.           Jarak (Ricinos communis)
Bahan aktif                   : Alkaloid dan rocinin
OPT Sasaran               : Ulat, pengisap polong
Bagian yang digunakan : Biji
Cara pembuatan ekstrak :
1 kg biji jarak ditumbuk sampai halus lalu dicampur dengan 2 liter air dan dipanasi selama 10 menit. Ditambah 2 sendok makan minyak tanah dan sabun, rainuan disaring, dan dilarutkan dalam 10 liter air.

Sabtu, Mei 28, 2011

PESTISIDA NABATI (7)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI 


1.           Jengkol (Archidendron pauciflorum)
Bahan aktif                    : Asam jengkolat, ureum, belerang
Bagian yang di gunakan : buah

Cara Pembuatan ekstrak
a.    OPT Sasaran                 : Tikus
            Buah jengkol diiris-iris kecil kemudian disebarkan disawah yang berair
b.    OPT Sasaran                 : walang sangit
            Merendam irisan jengkol pada air selama 2 hari. Lalu semprotkan pada tanaman padi yang belum berisi akan menekan serangan walang sangit
2.           Tuba (Derris elliptica)
Bahan Aktif                   : Rotenon
OPT Sasaran                : Walang sangit, siput murbei
Bagian yang di gunakan : akar dan kulit kayu
Cara Pembuatan ekstrak
Akar dan kulit kayu ditumbuk dan dicampur air lalu disaring. 6 sendok larutan dicampur dengan 3 liter air, dapat ditambah air sabun sebagai perekat

Jumat, Mei 27, 2011

PESTISIDA NABATI (6)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI 

1.           Lengkuas (Alpinia galang) & Jahe (Zingiber officinale)
Bahan Aktif                   : Minyak atsiri, flavonoid, fenol, terpenoid
Bagian yang di gunakan : rimpang
OPT Sasaran                : Ulat grayak , kedelai.
Cara Pembuaton ekstrak :
Lengkuas dan jahe ditumbuk atau diparut, kemudian diperas untuk diambil sarinya, selanjutnya dicampur air secukupnya untuk disemprotkan pada areal tanaman yang terserang.
2.           Sembung (BIwnea balsamifera)
Bahan Aktif                   : Borneol, sineol, limonene, D.M eterfloroasetofenon
Bagian yang di gunakan : Daun
OPT Sasaran                : Siput murbei.

Kamis, Mei 26, 2011

PESTISIDA NABATI (5)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI 


1.     KENIKIR (cosmos caudatus)
Bahan aktif                    : sapoin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri
Bagian yang digunakan : Daun, bunga
OPT sasaran                 : wereng, serangga, Nematoda akar
Cara pembuatan ekstrak
a.       Daun secukupnya ditambah 3 siung bawang putih, 2 cabai rawit direbus lalu. disaring. Penggunaan dicampur dengan air sabun.
b.    Dengan menggunakan bunga kenikir (Bunga Tahi Kotok) yang direndamkan oleh air panas mendidih. Biarkan semalam lalu saring. Hasil saringan tersebut disiramkan ke media tanaman. Penting diperhatikan media yang digunakan mudah dilalui oleh air.

2.     SRIKAYA (Annona Squamosa )
Bahan aktif                    : Annonain dan resin.
Bagian yang digunakan : Biji
OPT Sasaran                : hama kacang hijau
Cara Pembuatan Ekstrak :
Biji yang telah tua ditumbuk sampai halus. Tepung yang terbuat dari 20 butir Biji dicampur dengan 1 liter air.
Sebagai bahan perekat bisa ditambah air sabun.

Rabu, Mei 25, 2011

PESTISIDA NABATI (4)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI 
1.     TEMBAKAU (nicotina tabacum)
Bahan aktif                     : Nikotin
Bagian yang digunakan : Daun
 
Cara pembuatan ekstrak
a.  OPT sasaran : Ulat penggulung daun dan ulat grayak kedelai
Dimasukkan kedalam kaleng dan disiram air panas 4 ltr, kemudian diamkan sampai dingin. Campuran disaring dan dilarutkan kedalam air dengan konsentrasi 60 cc / 15 ltr air, larutan siap disemprotkan pada tanaman terserang
b.  OPT Sasaran : penggerek, WBC
Daun tembakau sebanyak 0,25 kg direbus dengan 5 liter air selama 0,5 jam, tambahkan 30 gram sabun lalu disaring. Penggunaan 1 bagian yang digunakan larutan ditambah 4 bagian yang digunakan air.
c.  OPT sasaran         : Aphids
Air rebusan dari campuran tembakau dan  teh dapat mengendalikan aphid pada tanaman sayuran dan kacang-kacangan. Air hasil rebusan di campurkan kembali dengan air sehingga lebih encer. 

Selasa, Mei 24, 2011

PESTISIDA NABATI (3)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI 

1.     SIRSAK (Annoma muricata.L)
Bahan aktif                      :      Annonain
Bagian yang digunakan :      Daun, biji
OPT sasaran                   :      Walang sangit, WBC, ulat, trips
Cara pembuatan ekstrak :
a. Untuk pengendalian walang sangit adalah 50 lembar daun sirsak diremas-remas dicampur 1 ons tembakau, direndam dalam 1 liter air selama 24 jam. Air rendaman disaring dan dilarutkan dalam 28 liter air kemudian semprotkan .
b. Untuk pengendalian ulat dan trips adalah daun sirsak 50-100 lembar ditumbuk halus + 5 liter air + 15 gram deterjen diaduk rata direndam semalam. Satu liter larutan diencerkan dengan 10‑15 liter air, larutan siap disemprotkan.

2.     GADUNG (Discorea hispida)
Bahan aktif                      : diosgenin, steroid, saponin,alkoloid,
                                          fenol.
Bagian yang digunakan : Umbi
OPT sasaran                             : Walang sangit, siput murbei, ulat hama penghisap.
Cara pembuatan ekstrak
Umbi gadung seberat 5 kg diparut kemudian direndam dalam 10 ltr air. 1 ltr air rendaman dicampur dengan 14 ltr air untuk disemprotkan.

Senin, Mei 23, 2011

PESTISIDA NABATI (2)

 TANAMAN PESTISIDA NABATI
1.     PICUNG / KLUWEK (Pagium edule)
Bahan Aktif                     :      Asam sianida
OPT sasaran                   :      walang sangit, kresek
Bagian yang digunakan :      Biji, daun
Cara Pembuatan Ekstrak :
Buah picung dihancurkan kemudian direndam dalam air selama satu hari satu malam. Hasil rendaman disaring dan dilarutkan dalam 10 liter air kemudian disemprotkan. Akan lebih efektif dan efesien bila dikombinasikan dengan perangkap 'yuyu/ketam'/laos/kotoran ayam ras/bangkai keong mas atau bahan perangkap lainya.

2.     SIRIH (Piper betle )
Bahan aktif                      :      Minyak atsiri, seskuiterpen, pati, diatase, guladan
                                               zat samak dan chavicol.
Bagian yang digunakan :      Daun
OPT sasaran                   :      Walang sangit
Cara pembuatan ekstrak :
Daun sirih ditumbuk halus dan dicampur air secukupnya kemudian disaring. Air Saringan dicampur dengan 1 liter air kemudian disemprotkan.

Minggu, Mei 22, 2011

PESTISIDA NABATI (1)

Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainya. Secara umum pengertian pestisida nabati adalah sebagai suatu pestisida yang berbahan aktif (bahan dasarnya) berasal dari tumbuhan atau disebut juga pestisida alami.

Oleh karena terbuat dari bahan alami/nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang. Pestisida nabati bersifat hit and run, yaitu apabila diaplikasikan akan mudah membunuh hama pada waktu itu dan setelah hamanya terbunuh maka residunya akan cepat menghilang di alam. Dengan demikian, tanaman akan terbebas dari residu pestisida dan aman untuk dikonsumsi.

Beberapa jenis tanaman yang dapat di manfaatkan sebagai pestisida nabati antara lain :

1. PICUNG / KLUWEK (Pagium edule)

2. SIRIH (Piper betle )

3. SIRSAK (Annoma muricata.L)

4. GADUNG (Discorea hispida)

5. TEMBAKAU (nicotina tabacum )

6. KENIKIR (cosmos caudatus )

7. SRIKAYA (Annona Squamosa )

8. Lengkuas (Alpinia galang) & Jahe (Zingiber officinale)

9. Sembung (BIwnea balsamifera)

10. Jengkol (Archidendron pauciflorum)

11. Tuba (Derris elliptica)

12. Mimba (Azadirachta indica)

13. Jarak (Ricinos communis)

14. Mindi (mefia azedarack )

15. Pinang (Areca cathecu)

16. Jeringau/Gringo (Acous calamos linn)

17. Bawang Putih (Allium sativum L.)

18. Cabai Rawit (Capsicum frutescens)

19. Kemangi (Ocimum basilicum L.)

Rabu, Mei 11, 2011

Sepuluh Langkah Pengendalian Ulat Bulu


  1. Pemantauan dan identifikasi jenis hama, stadia hama, bagian dan jenis tanaman yang diserang, tingkat/intensitas serangan, serta kondisi lingkungan untuk disampaikan kepada petugas terkait.
  2. Lakukan pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan ulat, antara lain dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah.
  3. Pemasangan lampu perangkap (light trap) untuk membunuh ngengat, karena ngengat aktif di malam hari dan tertarik cahaya.
  4. Mengumpulkan pupa/kepompong dan memasukannya kedalam botol plastik yang diberi lubang-lubang, sehingga ngengat yang terbentuk tidak dapat keluar sedangkan parasit yang muncul dapat keluar dan kembali berperan di alam.
  5. Pelihara dan lestarikan musuh alami seperti predator semut rangrang dan burung dengan cara melarang penangkapan burung dan melarang pengambilan telur semut di pohon, atau melestarikan dan memperbanyak koloni semut dengan cara memasang sarang buatan dari daun kering dan bambu.
  6. Gunakan insektisida hayati berupa jamur, virus, bakteri, nematode, antara lain dengan cara (a). Mengumpulkan ulat yang mati terkena virus (menggelantung) dan mengaduknya dengan air, lalu menyemprotkan kembali ke ulat, (b). Mengumpulkan kepompong atau ulat yang terkena jamur (berwarna putih – jamur Beauveria dan hijau – jamur Metarhizium), lalu perbanyak di media jagung dan semprotkan ke ulat, (c). menggunakan insektisida hayati yang sudah diproduksi dan tersedia di Dinas/lembaga yang berwenang.
  7. Pemasangan pembatas (burrier) pada batang pohon mangga berupa lem atau kain beracun, khususnya bagi ulat Arctornis yang memiliki sifat ketika malam hari naik ke bagian atas (kanopi) untuk memakan daun dan pada siang hari turun ke batang untuk bersembunyi dari serangan predator.
  8. Jika kondisi populasi ulat sangat mengkhawatirkan dapat digunakan insektisida alami yang relatif ramah lingkungan, berupa insektisida nabati (berasal dari tumbuhan), seperti mimba, tembakau, akar tuba, piretrum, gadung, suren dan lainnya. Perlu diketahui bahwa insektisida nabati tidak menyebabkan kematian langsung seperti insektisida sintetis.
  9. Pada kondisi kritis, maka jalan terakhir dapat digunakan insektisida kimia sintetis yang berdaya racun rendah berlabel hijau.
  10. Jangan menggunakan insektisida kimia sintetis untuk tindakan pencegahan, karena akan mengganggu keberadaan musuh alami dan mencemari lingkungan.
Sumber : Balitbangtan 042011